Headlines News :
Home » » Selimut Gelap

Selimut Gelap

Written By Unknown on Rabu, 10 September 2014 | 11.59





Saat selimut gelap melahap, perut kosongnya perih
Ditengah sawah yang tergusur properti
Menanti bulir-bulir yang tak berisi
Diantara persaingan Kota industri
Sementara belayan embun berlahan mulai meresap
 Tatapan mata penuh asa tak sanggup terlelap
Mengamati tarian bayang-bayang tak bersayap
Gambaran hari esok yang tidak begitu akrab
apakah kau dapat merasakan keresahan petani.?
Pengolah padi menjadi beras dan kemudian menajadi nasi
Apakah kau ingin.? Saat mentari pagi bersinar,
Mereka berbaris menuju mesin indutri
Semetara ditengah ribuan hektar hutan
Dedaunan mulai mengaring pada ranting pepohonan yang bersimpuh ditanah
Kemudian hancur lebur bersama asap dan bara api
Hilang dari pelukan Ibu pertiwi
Pamulang, 7 September 2014
jangan kita lupakan bahwa kita makan dari petani, saat petani harus tergusur atas nama pembangunan dan Industrialisasi.



Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Komando Strategi Mahasiswa Merdeka (KOSTUM MERDEKA) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger